Friday, November 29, 2019

HMI Cabang Garut:  Dewan Pendidikan Garut  Harus Kembali pada Tupoksinya
HMI Cabang Garut: Dewan Pendidikan Garut Harus Kembali pada Tupoksinya


Garut  - Dibukanya pendaftaran seleksi dewan pendidikan di kabupaten garut menjadi sebuah persitiwa yang perlu dianalisis, apakah perlu adanya dewan pendidikan di kab.Garut ? atau hal tersebut hanyalah sebuah penghamburan uang rakyat saja yang bisa dialokasikan untuk hal-hal yang lebih maslahat lagi, kita tahu masih banyak permasalah tentang KIP (Kartu Indonesia pintar), sekolah yang masih kekuarangan computer untuk melakukan UNBK (27/11/2019).

Tentunya bagi pihak pemerintah bukan masalah perlu ada atau tidaknya, karena dewan pendidikan  berdasarkan peraturan pemerintah no 17 tahun 2010 tentng pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan sebagainmana telah diubah dengan PP no 66 tahun 2010 tentang perubahan atas PP no 17 tahun 2010, serat peraturan bupati garut no 736 tahun 2012 tentang dewan pendidikan.

Akan tetapi hal tersebut bukan tanpa alasan ketika hari ini dewan pendidikan hanya sebatas dijadikan sebagai permainan oknum saja untuk mendapatkan sebuah proyek, atau sebuah jabatan kepala sekolah yang seharusnya secara tupoksi  berdasarkan uu no 20 tahun 2003 tetang sistem pendidikan nasional pada bagian ketiga pasal 56 ketentuan dewan pendidikan adalah suatu lemabag mandiri yang beranggotakan berbagai unsur masyarakat yang peduli pendidikan yang dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasaran, serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota.

Artinya orang yang berada dalam lembaga tersebut adalah orang-orang yang peduli yang mempunyai berbagai gagasan untuk meningkatkan mutu pelayan pendidikan di kabupaten Garut bukan malah sebaliknya, diisi oleh orang-orang yang hanya memikirkan isi perutnya saja.

Orang yang menjadi anggota dewan pendidikan dialah orang yang tidak hanya mampu berfikir secara fungsional akan tetapi harus bisa berfikir secara sistem.

Karena pendidikan pada hakikatnya tidak hanya berbicara antara siswa dan guru saja, melainkan dalam ekosistem pendidikan ada yang dinamakan input, proses, output dan outcome. Keempat hal tersebut harus dianalisis, itulah yang disebut berfikir sistem bukan lagi berbicara tambah dan kurang saja  Kemudian pendidikan bukan hanya sebatas proses pemindahan pengetahuan dari seorang guru kepada siswa melainkan pendidikan adalah suatu proses penciptaan nilai bagi seorang peserta didik dan kita juga harus memhami apa yang menjadi driving force dan magenitc force bagi peserta didik sehingga pendidikan di kita mampu mencapai suatu tujuan yang sesuai dengan cita-cita bangsa kita.

kemudian untuk mencipatkan suatu sistem pendidikan harus dilakukan secara bersama-sama, semua unsur yang terlibat disana baik secara struktur, kultur, dan secara mikro dan makro, semuanya harus berada dalam satu jalan yaitu jalan untuk menciptakan sebuah masa depan yang lebih baik lagi.

Tentunya saya mewakili seluruh jajaran pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Garut akan terus mengawal sejauh mana dewan pendidikan ini bermanfaat bagi dunia pendidikan di kabupaten Garut, karena pendidikan adalah suatu ikhtiar untuk menujudkan masyarakat yang adil makmur yang diridhoi oleh allah SWT sesuai dengan mission HMI terbianya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh alla SWT.

(Sofyan Munawar/Sekretaris Umum HMI Cabang Garut).

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Newsletter