Sunday, October 13, 2019

Border Rakyat Siap  mengawal pemerintah dan Surati Rektor Seluruh Perguruan Tinggi Supaya Mahasiswa Bebas Menyampaikan Aspirasi
Border Rakyat Siap mengawal pemerintah dan Surati Rektor Seluruh Perguruan Tinggi Supaya Mahasiswa Bebas Menyampaikan Aspirasi


Setengahnalar.id - Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Border Rakyat (Borak) menggelar konferensi pers mengenai tuntutan 7+ terhadap pemerintah . Selain itu, Pihaknya mengaku, tujuan Borak dibentuk ialah untuk menegakan Reformasi, Supremasi Sipil, Meperkuat Solidaritas Rakyat.

Borak menilai, situasi Republik Indonesia semakin carut-marut. Menyikapi tragedi upaya pembunuhan terhadap Jendral (Purn) Dr. H. Wiranto, S.H, S.I.P, M.M., saat terakhir masa jabatannya selaku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Hingga disusul oleh tragedi penusukan di Pandeglang, Kamis (10/10/2019) lalu.

Borak pun  Mendesak pemerintah Jokowi-JK agar mengistirahatkan dan membebas tugaskan Wiranto demi menjaga kesehatan dan keselematannya.

Selain itu Borak mendesak pihak Kepolisian RI agar membuka data para korban kekerasan saat demonstrasi, penangkapan, hilang, dan memberikan ruang advokasi terhadap korban. Mengecam tindakan Rektorat Politeknik Negeri Surabaya (PENS) atas tragdei pembredelan LPM Teropong.

Lebih lanjut, pihak Borak akan memberikan surat terbuka terhadap Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia agar mebuka seluas-luasnya ruang bagi mahasiswa berkumpul, berserikat dan menyampaikan pendapat dalam bentuk apapun yang sesuai dengan amanat konstitusi.

Mengingat, permasalahan di Negeri ini belum tuntas. "Aksi kami ini rill, tidak di tunggangi bahkan tidak bisa untuk ditunggangi, maupun di koordinir", dipaparkan salahseorang anggota Borak, Rama memberikan keterangan via WA usai konferensi pers di Gedung YLBH, Jakarta,  (13/10/2019).

Tidak hanya demikian, Borak pun akan terus melakukan Aksi Unjuk Rasa dengan tahapan ekskalasi sebagai tujuan memenangi berbagi tuntutan dan mewujudkan tegaknya reformasi.

Borak akan menggelar aksi simbolik sebagai upaya meberitahukan kepada masyarakat seluruh indonesia. Pasalnya, masih terdapat praktik hina dan keji yang dilakukan Aparat Kepolisian saat mengamankan aksi.

Pihak Borak pun menyerukan kepada para Mahasiswa, Pelajar, Buruh, Petani, Nelayan, Jurnalis, Medis hingga Masyarakat Sipil untuk mengawal tuntutan 7+.

"Hal itu bisa dilakukan dengan membuat beberapa tulisan poster, pamplet, dan karya seni lainnya maupun demonstrasi", ujar Rama.
Berikut adalah tuntutan 7+ :
1. Menolak berbagai Rancangan Undang-Undang seperti KUHP, Minerba, Pertanahan, Permasyarakatan, Ketenagkerjaan dan UU KPK serta UU SDA. Kemudian mendesak aga segera disahkah RUU PKS dan Perlindungan Rumah Tangga.
2.Batalkan Pimpinan KPK yang bermasalah dan juga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
3. Menolak TNI dan Polri menduduki jabatan sipil.
4. STOP Militerisme di Papua dan daerah lainnya serta bebaskan tahanan politik Papua segera.
5.Hentikan kriminalisasi Aktivis
6. Hentikan pembakaran lahan hutan di Kalimantan dan Sumatra yang dilakukan oleh pihak Korporasi lalu pidanakan pihak Korporasi serta cabut Surat Ijinnya.
7. Tuntaskan pelanggaran HAM dan Adili penjahat HAM termasuk yang duduk dilingkaran kekuasaan lalu pulihkan hak-hak korban.
Dan 7+. Usut dan adili aparat Polri/TNI pelaku tindak represif terhadap Mahasiswa, Pelajar, Jurnalis, Medis dan Masyarakat Sipil saat Demonstrasi dan bebaskan tahanan demonstrasi.

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Newsletter