Saturday, August 31, 2019

Menyelami Pemikiran Dawam Rahardjo  sang Ekonom Islam Progresif
Menyelami Pemikiran Dawam Rahardjo sang Ekonom Islam Progresif


Entah, saya merasa tertarik mengkaji dan menyelami Sang Cendikiawan dan intelektual  indonesia  ini. Semua itu berawal ketika saya membaca buku Pergolakan Pemikiran Islam dari catatan harian Ahmad wahib, sosok dawam ini sering muncul di forum grup diskusinya Ahmad wahib.

Nama lengkapnya  Muhammad Dawam rahardjo, Ia merupakan  sosok yang sangat Serba bisa ia adalah Seorang cendekiawan muslim yang memang ahli di bidang ekonomi, aktivis sosial, budayawan, pemikir,  cerpenis, dan mufasir.

Dawam ini lahir di solo, pada 20 April 1942 ia merupakan anak dari Keluarga santri Pengusaha batik dan tenun tradisional.

Sejak kecil dawam sudah belajar tentang pendidikan Agama. Dawam bersekolah di Madrasah diniyah al-islam serta pesantren  di kerapyak, yang sekarang  di kenal dengan nama Pesantren Almunawir Yogyakarta untuk  belajar ilmu ilmu Al- Quran.

Selain menimba ilmu Agama, ia juga menimba ilmu-ilmu umum bahkan ia Sempat menikmati  pendidikan  hingga luar negri di Bora High school idaho amerika serikat pada tahun 1960. Sepulang dari sini kemudian ia melanjutkan  kuliahnya di UGM mengambil Fakultas Ekonomi, serta mendapatkan gelar sarjana pada tahun 1969.

Semasa menjadi mahasiswa  inilah kemampuan nya terus berkembang, ia mulai bergerak  di dunia kepenulisan mengangkat masalah-masalah sosil politik dan ekonomi terutama di indonesia.

Setelah lulus kuliah kemudian ia bekerja di Bank of america jakarta Selama 2 tahun sebelum ia memutuskan untuk bergabung  dengan lembaga penelitian, pendidikan, penerangan ekonomi  sosial (LP3ES).



Karir dawam semakin meroket disini ia di percaya menjadi direktur (LP3ES). Tidak hanya disini bahkan dawam bergabung  dengan LSM diantaranya lembaga Studi ilmu-ilmu kemasyarakatan, lembaga Studi pembangunan (LSP).  Pusat pengembangan Masyarakat  Agraria dan lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAP).

Menginjak usia 51 Tahun, dawam di nobatkan menjadi Guru besar  Ekonomi  Pembangunan, Universitas muhammadiyah Malang. Disamping Itu ia juga menjabat sebagai Rektor di Universitas 45 Bekasi. Selain itu, Dawam merupakan  mantan penasehat dari presiden habibi pada saat itu.

Kesehariannya sebagai pemikir dan ekonom islam hingga akhirnya  ia memiliki gagasan mengenai ekonomi islam.

Dalam buku Arsitektur  Ekonomi islam (2015) dawam menjelaskan bahwa ekonomi islam saat ini masih berfokus pada wacana Mengenai keuangan dan perbankan dengan merek dagang syariah.

Meskipun  keuangan syariah dan perbankan  syariah menjadi simbol kebangkitan ekonomi islam di abad ini , namun ada dilema dari pengembangan  industri keuangan syariah ini. Karena pada dasarnya  sumber pemodalan itu berasal dari modal asing atau non muslim.

Selain itu yang menjadi permasalahan utama terkadang bank syariah  juga terkesan cenderung  mengadopsi bank konvensional dan melonggarkan prinsip dasar hukum syariah itu sendiri dengan alasan hanya untuk berdaya saing.

Dalam hal ini Dawam Menguraikan bahwa sistem islam itu idealnya dikembangkan dengan sisitem epistimologi ekonomi kelembagaan. Artinya sistem ekonomi islam yang oprasional tidak terbatas Di sektor keuangan saja.

Umat islam Sendiri Memaknai Ekonomi islam masih terbatas pada sektor keuangan Sehingga hakekat ekonomi islam sebagai ekonomi kelembagaan belum tercapai. Padahal zakat dan wakaf meupakan istrumen untuk memecahkan masalah kemiskinan.

Atas landasan Al-Quran yang menyebutkan bahwa lembaga riba harus di gantikan dengan lembaga zakat dan tijarah. dan dalam hadist pun mengatur lembaga zakat yang berkaitan dengan sektor riil.

Bahkan koperasi sendiri menurut dawam juga cocok jika dikembangkan dengan baik sebagai solusi pemberantasan kemiskinan dan membangun ekonomi rakyat atas dasar Swadaya.

Tiga hal inilah yang harusnya bisa di kembangkan terutama di indonesia  sendiri yang nantinya bisa menjadi penguatan ekonomi islam.
Itulah salah satu gagasan dari dawam rahardjo sang ekonom islam yang progresif  tidak hanya itu ia juga banyak melahirkan karya diantaranya :

Esai-esai Ekonomi Politik (1983)
Deklarasi Mekah: Esai-esai Ekonomi Islam (1987)
Etika Bisnis dan Manajemen (1990)
Habibienomics: Telaah Pembangunan Ekonomi (1995)
Paradigma Al-Quran: Metodologi dan Kritik Sosial (2005)
Nalar Politik Ekonomi Indonesia (2011)
Pada 30 Mei 2018, bapak berusia 76 tahun ini tutup usia di Rumah Sakit Islam, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Semoga kita bisa menggali pemikiran nya lebih dalam lagi. 

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Newsletter