Friday, August 30, 2019

Mengenal lebih Dekat Sosok Caknun  Budayawan dan intelektual Muslim Abad ini
Mengenal lebih Dekat Sosok Caknun Budayawan dan intelektual Muslim Abad ini


Emha Ainun najib atau yang Akrab di panggil  Caknun adalah seorang  budayawan dan Intelektual muslim indonesia. Ia sudah banyak  menghasilkan karya-karyanya lewat tulisan yang ia Sampaikan dari kegundahan dan keresahannya terhadap permasalahan  sosial dan keagamaan di indonesia.

Caknun sendiri Lahir di jambang, jawa timur Pada 27 Mei 1953 . Ia sempat menikmati  pendidikan di pesantren  Gontor dan beliau sedari kecil memang memiliki pemikiran yang sangat kritis, sehingga beliau harus rela di usir dari tempat mengenyam pendidikan formalnya. 

Selain di gontor ia juga  pernah pernah mengenyam pendidikan  di UGM Yogyakarta di fakultas Ekonomi. Setelah satu semester menjadi mahasiswa, dia pun memilih untuk hengkang dan “menimba ilmu” di Malioboro. Ia belajar langsung  pada penyair umbu landu perangi.

Pada masa ini merupakan  hal yang sangat berpangaruh terhadap Kemampuan intelektual dan spritualnya. Caknun ketika disini juga ia mulai menulis di koran nasional dan juga koran lokal yang sangat diminati masyarakat.

Tidak cukup hanya sebatas  itu kemudian karya-karyanya ditampilkan dalam bentuk puisi oleh teather dinasti yang di bentuk langsung oleh kawan-kawan caknun.

Karena tulisannya yang mengangkat kritik sosial akhirnya  caknun menjelma menjadi sosok kaum pembela yang di puja banyak orang terutama kalangan bawah masyarakat indonesia.

Setelah itu kemudian caknun membentuk grup musik dan forum kajian dengan di temani oleh grup gamelan kiai kanjeng dan merilis album pertama pada tahun 1995 yaitu tombo ati sebagai kado Untuk  muhammad. 

Forum kajian ini di kenal dengan pengajian padhang Mbulan sebagai sebuah wadah dialaog antar masyarakat  dengan caknun tempat berbagi ilmu dan berkeluh kesah diantara sesamanya.



Semakin hari forum itu semakin berkembang dan banyak peminatnya yang akhirnya forum itu bertransformasi menjadi forum maiyahan yang kita kenal sampai hari ini. 

Selain itu ada hal yang menarik  dari sosok caknun ini selain ia sebagai budayawan  ia juga seseorang  yang aktif dan memiliki  peran ketika tumbangnya rezim orde baru pada saat itu. Ia menjadi salah satu tokoh dari sembilan orang yang menyaksikan  pidato mundurnya presiden soeharto. Bahkan sebelum itu ia merekomdasikan agar presiden mundur secara eleghan Sebelum masyarakat mengkudetanya. 

Kontribusi  caknun dalam kebudayaan ini, menghantarkan ia menjadi sosok yang di cintai dan dikagumi oleh masyarakat indonesia. Dengan karya yang telah di torehkannya pun akhirnya ia mendapatkan penghargaan dari presiden susilo bambang yudhoyono yang dinamai dengan satyalencana . Penghargaan ini diberikan atas dasar bahwa caknun memiliki kontribusi besar terhadap kebudayaan daerah dan kebudayaan indonesia.

Perjalanan caknun ini telah menginsfirasi banyak orang terutama generasi milenial, kecintaan nya terhadap kebudayaan dan semangatnya dalam berkarya patut untuk kita jadikan teladan. 



“Agama adalah perilaku, agama adalah silkap. Dan semua agama mengajarkan kesantunan, kasih sayang dan Cinta kasih sesama.” -Cak Nun-

“Kamu punya ruang dalam hatimu untuk merasakan hati para mbambung (gelandangan) sehingga hatimu sedih, getir, terimpit seribu gunung. Sementara orang-orang pandai sibuk dengan program-program dan omong besar di koran-koran. Tuhan tidak bertanya padamu apakah kamu mampu menolong mbambung atau tidak, tapi melihat apakah kamu mencintai orang lemah atau tidak.” -Cak Nun-


No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Newsletter