Thursday, July 4, 2019

“Think Globally”, “Act Locally” HMI Cabang Garut Gagas Satu Desa Satu Ruang Terbuka Hijau
“Think Globally”, “Act Locally” HMI Cabang Garut Gagas Satu Desa Satu Ruang Terbuka Hijau

Kondisi hari ini dengan percepatan globalisasinya membuat timbulnya sebuah urgensi ruang terbuka hijau khususnya di kabupaten garut. Ketika pembangunan perumahan disetiap daerah karena kebutuhan aktivitas industry meningkat, transportasi yang digunakan secara terus menerus dari mulai kendaraan pribadi seperti motor, mobil sampai kendaraan umum; angkot, bus, dan delman pun tentunya ini menjadi hal yang tidak bisa dilupakan, bahkan ditambahnya angkutan online ikut berkontribusi mempengaruhi lingkungan disekitar kita. Dari aktivitas itu akan menghasilkan sebuah polusi yang sangat tinggi dan tidak menutup kemungkinan itu terjadi tidak hanya dalam satu daerah atau Negara melainkan dalam  skala dunia terjadi hal yang sama. . Perlu kita sadari bahwa pada dasarnya setiap hari seorang manusdia di seluruh dunia melakukan pencemaran, bagaimana tidak setiap detik kita menghirup oksigen dan setiap detik juga kita melakukan perncemaran yaitu dengan mengeluarkan CO2, bayangkan setiap detik seluruh manusia mengeluarkan CO2 yang mungkin jika di jumlahkan setiap detik manusia sekuruh dunia mengeluarkan 1 miliar CO2 dan mengambil 1 miliar Oksigen, namun tenang saja selama masih ada tumbuhan kita masih bisa tersenyaum mengingat hal itu, maka  dari itu konsep satu desa satu ruang terbuka hijau sangat berarti untuk kelangsungan hidup manusia. Konsep ruang terbuka hijau tersebut di desain seperti saung-saung atau gazebo-gazebo yang di dalamnya terdapat perpustakaan kecil yang dapat diperuntukan kepada anak-anak dan pemuda untuk meningkat budaya literasi dan menjadi ruang interaksi sosial karena dengan adanya gadget menutup aktivitas sosial seperti itu. Masyarakat atau pemuda hari ini cenderung apatis terhadap lingkungan sosialnya sehingga terjadi kesenjangan antara lapisan masyarakat, hal ini terjadinya akibat dari gadget, anak-anak disibukan dengan game onlinenya dibandingkan dengan berinterkasi dengan teman sebayanya.

Gagasan tersebutlah yang diwacanakan oleh HMI Cabang Garut dalam diskusi ringan pada hari Kamis (4/7/2019)Siang, dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kab. Garut Djatjat Darajat, hal itu tentunya disambut baik. “Yang menjadi permasalahannya adalah jika program tersebut dilakukan oleh desa-desa yang ada di kabupaten Garut. Setiap desa harus mempunyai aset yang diperuntukan untuk membuat ruang terbuka hijau tersebut sedangkan hal ini akan sangat sulit untuk melakukan hal tersebut", ucap kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kab.garut tersebut. Selain itu beliau juga menyebutkan posisi HMI sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki basis intelektual tentu sangat penting sebagai kontrol sosial yang selalu memberikan kritik yang membangun dan membawa perubahan yang lebih baik lagi untuk Kabupaten Garut. Wacana inipun menjadi kajian diinternal HMI Cabang Garut yang harus terus didiskusikan untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Karena jika kita renungkan, ini akan berimbas terhadap sepuluh atau dua puluh tahun kedepan untuk keberlangsungan hidup di dunia. Selain dengan desa sebenarnya ini bisa disingkronkan dengan beberapa program seperti program Kolecer dari Bapusipda Kab. Garut adan dengan Dispora Kab.Garut  yang melibatkan pemuda atau karang taruna di setiap desa.

Kontributor: Sofyan Munawar, Sekretaris Umum HMI Cabang Garut

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Newsletter