Saturday, July 13, 2019

Berwisata Sambil menggali Budaya Sunda yang Islami  Di Kampung Bali Garut.
Berwisata Sambil menggali Budaya Sunda yang Islami Di Kampung Bali Garut.

SetengahNalar.id_ Kampung Bali adalah Salah satu kampung yang sengaja di desain oleh pemiliknya sebagai tempat yang  dengan nuansa pulau Dewata. Kampung ini dinamai kampung Bali atas dasar para pengunjung yang sering menjulukinya sebagai kampung Bali.

"Bukanlah kami yang menamai kampung ini sebagai kampung Bali namun para pengunjunglah yang menjulukinya sebagai kampung Bali" Ungkap pa Dodi pengelola tempat wisata ketika mengawali diskusi(12/07).

Kampung Bali ini terletak di desa Cibunar kecamatan Cibatu,Garut. Dengan luas perkampungan ini sekitar 30 Ha yang di bangun oleh Mama derajat yang sengaja ingin melestarikan Budaya Nusantara terutama Sunda.

"selain wisata, di sini bisa di gunakan sebagai edukasi sejarah dan budaya. Sebab, hampir semua pusaka- pusaka nusantara ada di sini" lanjut Dodi. Bahkan sudah banyak para mahasiswa dari luar Garut yang sengaja datang kesini untuk menggali kebudayaan Sunda khususnya seperti dari UNPAD, ITB dll.


Ketika para mahasiswa datang kesini kami menjelaskan semuanya terkait ilmu budaya ini dengan bahasa yang Akademis, sehingga mereka mengerti dan mencintai budayanya sendiri selain itu ini merupakan cara kami dalam membangun paradigma masyarakat ketika melihat atau mendengar benda pusaka maka yang kepikiran adalah hal yang mistis.

Seperti ketika kita mengadakan pemandian keris dengan air kelapa, Secara ilmiah air kelapa itu sudah tentu bisa menetralisir racun dari keris itu. Jadi jangan hanya memandang mistisnya saja.
Budaya merupakan hal yang tidak bisa di pisahkan dalam kehidupan kita sebagai Mahluk yang di anugerah dengan beberapa kelebihan. Berbicara baju yang kamu pakai itu budaya, Celana itukan budaya dan perintah menutup aurat itu ialah Agama maka kedua nya ini haruslah beriringan .

Kita sering mengartikan budaya itu secara sempit sehingga terkadang salah kaprah dalam hal ini. Padahal Kalau kita kaji secara mendalam budaya Sunda ini sangat islami sejak jaman dahulu dan Sunda ini merupakan penganut Ketauhidan atau Tuhan yang Satu sehingga masyarakat Sunda itu mengenal yang namanya sang hyang Widi . Hanya saja berbeda penyebutan dengan orang Arab.

Banyak sekali penyelewengan sejarah terutama sejarah Sunda , bahkan kita mengenal Sunda itu identik dengan Hindu padahal kalau kita kaji lagi itu keliru karena faktanya Islam lah yang ada sampai hari ini.
Beliau juga menerangkan kepada kami mengenai Raja Silih wangi yang sangat terkenal di Sunda . Dari namanya saja Siliwangi yang memiliki arti silih wangi itu silih ngawangikeun atau dalam bahasa Indonesia saling kasih sayang diantara kita semua jika kita kaitkan sifat ini merupakan Nilai-nilai Ketauhidan dari Sifat Rahman dan Rahimnya Tuhan. Kita tau juga Kerjaannya Padjadjaran nah ini berarti saling sejajar Dimana kerajaan ini mengutamakan sifat sejajar tidak ada perbedaan diantara kita semua. Dari sini apakah kita mengira bahwa Raja Siliwangi bukanlah Islam.

Makanya, jika kita menggali kebudayaan Sunda itu Sangat islami dan tercermin dalam perilaku orang Sunda hingga saat ini.

Dan ini sudah menjadi Tugas kita semua selaku orang Sunda untuk menggali sejarah para leluhur kita. Sudah seharusnya kita Guar dan kita lestarikan. Tambah Dodi ketika berbincang dengan  kami.

“Ada 20 patung bersejarah, lebih dari 1.000 benda-benda pusaka. Ada peninggalan 9 wali lengkap dan asli kami memiliki sertifikatnya.  Namun ada sebagian Keris yang belum bisa kami ambil di negri Belanda tuturnya.
Dan kemungkinan tempat ini juga akan berganti menjadi Parahyangan sebagai identitas kita orang sunda.
Tempat ini merupakan tempat yang baik sebagai wahana edukasi budaya bagi kita semua terutama anak muda dan para pelajar . Karena bangsa yang besar ialah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya . Dan dengan sejarah kita akan belajar jatuh cinta.

Hasil Diskusi dengan pasulukan loka Gandasasmita Garut.

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Newsletter