Wednesday, July 31, 2019

Allah Bersumpah dengan Alam Demi Penyucian Jiwa Manusia
Allah Bersumpah dengan Alam Demi Penyucian Jiwa Manusia

Dalam Al-Quran biasanya ketika ada pesan/nilai yang maha penting Allah biasanya bersumpah. Kenapa harus bersumpah, karena pesan ini sangat penting, sampai Allah sendiri melontarkan sumpah serapah kepada manusia. Mengingat pentingnya penyucian jiwa atau tazkiyatu nafsi , Allah sampai bersumpah sembilan kali dalam Surat As, Syamsu. Sumpah Allah diabadikan pada beberapa ayat :

Demi Matahari dan sinarpaginya, Demi bulan apabila mengiringanya, Demi siang apabila menampakannya, Demi malam apabila gelap gulita, Demi langit serta pengaturan orbitnya, Demi bumi dengan penghamparannya, Demi jiwa dengan proses penyempurnaanya.

Sumpah di atas diabadikan dalam surat as syamsu dari ayat 1 – 7, setelah bersumpah Allah memberikan kode pada ayat 8 yaitu “ maka Dia mengilhamkan kepadanya jiwa sebuah kecenderungan jalan menjauhi cahaya Allah dan ketakwaannya “.
artinya jiwa manusia selalu memiliki kecenderungan menjauhi Allah dan menjaga / preventif untuk mendekati Allah (taqwa).

Namun, pesan yang maha dahsyat, Allah memberikan pesan inti dalam ayat 9, yang berbunyi “ sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)“ dan ayat 10, “ dan sungguh rugi orang yang mengotorinya“.

Ayat 9 dan 10 lah titik tekan Allah dalam menyampaikan pesan. Bahwa membersihkan jiwa adalah sesuatu yg sangat urgent, sampai Allah sendiri bersumpah berkali-kali. Betapa pentingnya penyucian jiwa Allah sampai serius dengan melibatkan alam penciptaannya untuk diajak sebagai objek sumpahNya.

Bagi kita penyucian jiwa merupakan jalan untuk mencapai kebenaran. Karena Jiwa membutuhkan penyempurnaan, dari jiwa yang belum mengetahui konsep ketuhanan sampai jiwa mengenal Allah SWT. Allah sendiri memberikan kode, bahwa penyempurnaan jiwa itu kata kuncinya dengan cara penyuciaan jiwa.

Untuk penyucian jiwa, Rummi dalam karyanya terangkum di kitab Al-Mastnawi mengurainya secara gamblang dalam bentuk metodologi suluk. Adapun lelaku-lelaku tersebut di lakukan dengan cara kholwat/uzlah, puasa, mengurangi tidur dan mendiamkan diri untuk tidak banyak bicara.

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Newsletter