Friday, June 28, 2019

HIMAGAR Gelar Aksi pertanyakan kinerja DPRD Selama 5 tahun
HIMAGAR Gelar Aksi pertanyakan kinerja DPRD Selama 5 tahun

SetengahNalar.id , Garut - Himpunan Mahasiswa Garut lakukan kembali Turun kejalan dan mendatangi gedung DPRD Garut mempertanyakan Kinerja DPRD selama lima Tahun. (28,06)
DPR adalah salah satu lembaga tinggi negara didalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang di pilih langsung oleh rakyat lewat pemilu , sebagai wakil rakyat maka lembaga ini sudah seharusnya memperjuangkan hak-hak rakyat .
Dadan Nurjaman selaku korlap menegaskan bahwa didalam PP No 16 Tahun 2017 DPR berfungsi sebagai legislasi, anggaran dan pengawasan yang di jalankan dalam refresentasi rakyat . Serta DPR mempunyai hak yaitu hak interpelasi, hak angket, hak imunitas dan hak menyatakan pendapat.
Berdasarkan PP No 18 Tahun 217 tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dalam PP itu disebutkan, penghasilan Pimpinan dan Anggota yang pajaknya dbebankn pada APBD, meliputi : Uang respresentasi, tun tunjangan  keluarga, tunjangan beras, tunjangan paket, tunjanagan jabatan, tunjangan alat kelengkapan, tunjangan alat kelengkapan lain, tunjangan komunikasi intensif, dan tunjangan reses.  Dipasal 9 juga ada tunjangan kesejahteraan Pimpinan dan Anggota DPRD yang terdiri atas ; Jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, pakaian dinas, rumah negara. Transfortasi, dan masih banyak fasilitas dan sarana lainnya.
 Pada tanggal 2 Juni 2017 Presiden Joko Widodo  meresmikan PP No 18 2017 menjadi diundang-undangkan dengan demkian aturan soal tunjangan hingga fasilitas untuk anggota bertambah. Fasilitas bagi anggota DPRD juga ditambah dari rumah jabatan, rumah dinas, hingga kendaraan dinas bahkan bila pimpinan DPRD tidak memakai kendaraan dinas mereka akan mendapat uang transfortasi. Imbuhnya saat di wawancara .
Melihat segala bentuk fasilitas dan tunjangan yang mewah para wakil rakyat untuk menunjang segala bentuk kegiatannya sangatlah fantastis dan memakan anggaran yang tidak sedikit yang dibebankan kepada APBD brdassarkan Perda No 15  Th 2017 yang notabenenya uangnya berasal dari rakyat. Anggota DPRD tidak ada alasan lagi unuk bekerja malas-malasan seperti : mangkir pada saat rapat, tidur saat sidang, maen games saat rapat paripurna, dan  masih banyak bentuk penyimpangan lainnya. Harusnya anggota DPRD bekerja secara maksimal untuk rakyat sebagaimana tugas fokok  dan  fungsinya, namun ternyata hal itu justru malah sebaliknya seperti di DPRD kabupaten Garut menjelang akhir jabatan  Periode 2014-2019 lembaga wakil rakyat yang diisi oleh 50 anggota seyogyanya harus melaporkan dan mempertanggung jawabkan kinerjanya selama 5 tahun kepada rakyat Garut tentang progress capaian kinerja agar menjadi tolak ukur bagi para anggota dan pimpinan dewan kedepan. bukan hanya menyisakan sebuah persoalan-persoalan seperti yang terjadi hari ini, diakhir masa penguhujungnya alih-alih meninggalkn sebuah karya untuk rakyat, malah ada beberapa oknum anggta DPRD Garut  tersandung kasus hukum  tentang BOP dan Pokir yang sedang ditangani oleh Kejaksaan ditambah banyak persoalan menumpuk tak kunjung terselesaikan, seolah-olah keberadaan DPRD Garut  tidak berwujud nyata dan manfaatnya tidak terasa oleh rakyat, masyarakatpun menilai para wakil rakyat terkesan menutup mata dan telinga ketika berbagai persoalan terjadi sehingga menjadi catatan dan pertanyaan besar dihati masyarakat tentang kinerja DPRD Garut Periode 2014-2019. Tambah Dadan.
Dalam aksi ini HIMAGAR menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya :
1. Melaporkan Kinerja anggota DPRD Garut Selama 5 Tahun kepada rakyat
2. Merealisasikan  janji dan amanat yang dititipkan oleh rakyat Kepada DPRD Garut
3. Mempertanyakan Produk Kebijakan/Perda yang dibuat DPRD Garut
4. Bukti konkrit Pengawasan yang sudah dilakukan DPRD Garut selama 5 Tahun
5. Penyikapan serius dan Penyelesaian tuntas  Persoalan-persoalan diKabupaten Garut
Namun dalam aksi ini mereka merasa kecewa karena pihak dari DPRD tidak ada satupun yang mau  menemui mereka padahal secara prosedural sudah kami mereka tempuh.

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Newsletter