Saturday, May 18, 2019

Menghirup udara segar dipagi  hari
Menghirup udara segar dipagi hari


Memandang langit bulan penuh bintang berserakan, mengingatkan pada satu senyuman di kala senja pergi, begitu mempesona indah berdikari dengan sentuhan lembut tangan itu pada wajah ini hahaha.. Ingatan itu kembali hadir menemani subuh sunyi wangi tanah tersiram air berkah tuhan dari langit 
Bulan menghilang bintang mundur awan hitam pekat merapat, semesta mulai menghijau terlihat
Mentari tidak menampakkan dirinya namun cahayanya tetap menghangatkan tubuh semesta raya
Hmmmm aku tetap berharap, harapan baru itu ada di setiap perasaan yang punya keinginan untuk berjuang, logika yang mempunyai cita-cita, intuisi yang mempunyai kasih cinta, setiap langkah yang mempunyai tujuan untuk diperjuangakan disertai pengorbanan dalam perjalanan
Dedaunan pagi ini basah kuyup bukan hanya embun yang membasahinya, air hujanpun ikut andil menyuburkan pertumbuhan bunga yang akan memekar indah penuh warna berbau wangi di taman depan rumah
Hujan bukan semata-mata kenangan indah yang sudah lenyap, namun tentang hujan yang memberi kita satu makna ketika hujan itu berhenti yang akan memberi kesegaran udara dan pemandangan langit dengan awan terpecah perbagian, sehingga ada cela untuk sang surya menunjukkan dirinya bahwa dialah satu-satunya pencipa keindahab warna langit, di kala fajar, senja dan malam pekat, bulanpun tanpanya sangat buruk dipandang seperti Serang yang sudah tua renta tak punya harapan untuk kembali menjadi indah
Inilah hidup mencari keindahan memaknai kecantikan merantai keinginan dan membangun cinta disetiap ruang waktu saat perjuangannya

Aku sang pemburu senja 
Berinspirasi bintang

                                               By: Jamaludin

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Newsletter