Saturday, March 9, 2019

Surat Dari Bumi untuk Bintang
Surat Dari Bumi untuk Bintang

Langit pagi membiru
Awan memerah
Gunung-gunung menghitam
Cahaya kuning muncul menerangi semesta
Mengawali aktivitas manusia sejagat raya
Mencari sesuatu yang hilang dan dibutuhkan
Sampai tiba pada waktu cahaya jingga kemerahan menggores langit senja
Bertanda perpisahan sang surya bersama semesta terjadi dimana manusia berbahagia lalu menderita, karena hilangnya sesuatu yang dirindukan setiap detiknya. Manusia mengeluh berbagi cerita atas kerinduan yang terus menggebu perasaan.

Senja telah pergi menyisakan air mata yang menderaskan menyusuri wajah manismu, lalu terjatuh ke dasar bumi gersang, terkubur hingga tak berbekas.
Namun dengan jarak waktu yang terjadi akan menumbuhkan mahluk hidup.

Wahai bintangku, jangan pernah kau menjatuhkan air matamu di hadapanku. Aku bisa membangunkanmu saat terjatuh, layaknya surya pada semesta.
Aku mampu membuatmu tertidur lelap saat lelah, seperti yang terjadi pada semesta pada saat senja senyap.
Aku juga mampu dan hal yang menyakiti perasaanmu, contohnya malam indah yang menjaga hatimu dari rasa takut akan gelapnya semesta.

Tapi aku tidak pernah layak, mampu menahan air mataku pada saat-saat kau menjatuhkan permata dari matamu, saat itu tekadku hilang. Kekuatanku luntur, perasaan bahagiaku terkurung, ketangguhanku tertutup.
Yang aku pijarkan saat itu adalah memeluk dan memberi kenyamanan untukmu. Aku mohon jangan menangis di hadapanku.

Bintang hatiku.
Jangan pernah takut, terus melangkah ketika kau jatuh lelah dan tak tau arah jalan, aku yakin kau tau apa yang harus kau perbuat agar semuanya baik-baik adanya. Karena kau bukan seorang yang meletakkan cinta dan harapanmu 5 cm di depan matamu, yang sama sekali terlihat buram dan tidak jelas.
Aku tahu kau meletakan itu di dalam imajinasi dan perasaanmu agar kau selalu ada keyakinan untuk terus melangkah maju, kepercayaan untuk menghilangkan rasa takut pada dirimu sndiri.

Selamat-selamat berjuang dan berkorban agar sampai pada tujuan.


Bandung, 08 Maret, 2019
Jamaludin

#PemburuSenja
#IspirasiBintang

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Newsletter