Wednesday, February 13, 2019

Mengenal Maulana Jalaluddin Rumi
Mengenal Maulana Jalaluddin Rumi


Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin hasin Al khatabi Al -bakri (Jalaludin Rumi ) atau sering di sebut Rumi . Beliau adalah seorang Sufi dan juga penyair yang lahir di balkh sekarang bernama Afghanistan pada tanggal 06 Rabiul awal tahun 604 Hijriah, atau bertepatan pada tanggal 30 September 1207 Masehi dan wafat pada tahun 672 Hijriah.

Rumi adalah salah satu diantara pemimpin besar tasawuf pada masa itu. Rumi dikenal sebagai master cinta ilahiyah, dimana ia berusaha menuangkan buah pemikirannya lewat sajak yang sangat indah dan mengesankan.


jalaludin rumi


Kebesaran Rumi ini sangat di sayangkan jika tidak di kenal dan di ketahui ,dan pada akhirnya di serap dan di teladani, namun sayangnya yang beredar di masyarakat Rumi hanyalah di kenal sebagai Penyair. dan puisi - puisinya hanya di maknai sebagai cinta syahwati.

Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari beliau. Dimana ia sebagai seorang sufi menempa dirinya dalam peribadatan yang tak kenal lelah, kehidupan zuhud yang bersahaja dan karakter mulia dan lainnya yang patut kita teladani sebagai muslim. Salah satu akhlak yang paling menonjol dari Rumi yaitu kasih sayangnya yang demikian tulus,baik kepada manusia maupun kepada makhluk Alloh yang lain. Keluhuran akhlak Jalaludin Rumi itu tidak di ragukan lagi muncul dari jiwanya yang halus lagi peka, keluhuran jiwa ini pula yang mendasari dan mewarnai seluruh dakwah yang di lakukannya . 

Dari hal tersebut membuktikan bahwa tasawuf itu tidak anti terhadap dunia, Rumi membuktikan selain ia juga ahli dalam beribadah ia pun tidak melupakan kehidupan sosialnya.

Sebagai sastrawan,sufi, sekaligus ulama, Rumi telah melahirkan banyak karya. Warisan yang di tinggalkan Rumi di antaranya di bagi menjadi 2 jenis yaitu prosa dan puisi . Karya Rumi yang berbentuk prosa di antaranya yaitu 1. Al - majlis as- sab'ah 2. Fihi ma fihi dan 3. Al - makatib. Dan yang lainnya di tulis dalam bentuk syair dan jika seluruh karyanya di gabungkan dapat mencapai 70.000 bait syair dalam berbagai bentuk. Oleh karena itu Rumi lebih di kenal sebagai seorang penyair dari pada seorang ulama- sufi. Padahal di dalam karyanya kita akan melihat bahwa Rumi Sangat menguasai ilmu-ilmu formal Agama seperti ilmu Kalam,fiqh tafsir dan hadits. Dan tentu saja di dalam syair-syair Rumi kita dapat amati pengalaman spiritual yang sangat kental. Untuk memberikan sedikit gambaran tentang keilmuan Rumi berikut sekilas uraian tentang beberapa kitab yang di wariskannya kepada peradaban Islam dan dunia

1. Diwan Syamsi Tabriz

Diwan adalah sebutan istilah untuk menyebut buku  kumpulan puisi. Oleh karena itu, Diwan Syamsi Tabriz artinya kumpulan puisi karya syamsu Tabriz, Rumi menisbatkan judul kitab kepada Syamsu tabriz tidak lain sebagai rasa hormat dan cintanya kepada sang guru yang telah membuka mata irfannya.

2. Al - matsnawi al- ma'nawi

Al - matsnawi al- ma'nawi ini merupakan karya Rumi yang terbesar,baik dalam arti ketebalan buku maupun kedalaman isinya . Tebalnya mencapai 2000 halaman yang terbagi menjadi enam jilid, berisi kisah - Kisah menakjubkan yang di susun dalam bentuk sajak. Namun buku ini tidak hanya sekedar kisah karna pada intinya Rumi menggunakan kisah tersebut untuk menguraikan filsafatnya dan memberikan pesan sufistik.

3. Ruba'yat

Kitab ini mencakup sajak-sajak Rumi yang di tulis dalam bentuk ruba'i , walaupun tidak setenar Diwan Syamsi dan matsnawi namun sajak - sajaknya tidak kalah indah dan agung dari sajak yang lain. Melalui kitab ini juga Rumi menunjukkan dirinya sebagai salah seorang penyair lirik yang agung bukan saja pada ranah Persia namun juga di ranah dunia

4. Fihi Ma Fihi

Fihi Ma Fihi di tulis dengan bahasa yang ringan dan mudah di cerna di tulis dalam bentuk prosa meskipun di beberapa bagian Rumi menulis sajak. Seakan -akan ini di tujukan untuk kalangan umum dan para pemula jalan sufi. Kitab ini berisi percakapan Rumi dengan sahabatnya dan juga murid muridnya seputar dunia tasawuf dan kemasyarakatan.

5. Makatib

Kitab ini menghimpun surat-surat Rumi kepada para sahabat dekatnya, dimana dalam buku ini Rumi lebih banyak mengungkapkan kehidupan Ruhaniyahnya sebagai seorang sufi.

6. Al- Majalis as-sab'ah

Kitab ini berisi kumpulan khutbahnya di berbagai mesjid  dan kumpulan nasehatnya di berbagai majlis keagamaan

Itulah sekilas karya dari Rumi dimana setiap karyanya berisikan tentang cinta terhadap ilahi,kemakrifatan, fana ala sufi dan baqa setelah fana, Sama' sebagai fondasi penting bagi seorang penempuh jalan Tuhan, menjadikan hati sebagai perhatian utama diatas perhatian terhadap jasad,pembelaan terhadap para sufi yang mengalami lepas kontrol di saat fana.

 Bagi Rumi tasawuf bukan berarti lari dari dunia. Zuhud bukan berarti tidak berharta. Sebab, spiritual adalah hati,yang harus di isi dengan cinta ilahi, seseorang akan dapat mengambang di atas samudera duniawi, seperti botol kosong yang tak dapat di tenggelamkan ombak dan gelombang.



Itulah sepercik spirit Rumi. Dan karenanya, mengobarkan kembali jalan cinta ala Rumi menjadi kebutuhan yang mendesak, khususnya bagi masyarakat Islam hari ini yang semakin silau terhadap dunia material yang menyeret mereka pada cinta duniawi(hedonisme) dan takut akan kematian.

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Newsletter