Tuesday, February 26, 2019

Dari Realita Menuju Fiksi
Dari Realita Menuju Fiksi

Bukan Jahiliyah bukan tidak pintar
Hanya kedunguan yang bertikar
Realita membludah dari mulut orang pintar
Menyembunyikan fatamorgana yang takut tersebar
Sejarah seakan terkapar
Lelah memperbaiki masalah yang sukar
Tidak ada lagi kata bertukar untuk pemutusan
Sebuah ejekan dan dorongan dzon keburukan yang menjadi perbincangan
Senjata yang terpilih selalu tumpul ke atas
Ketika saat memukul yang mati di bawah
Yang di atas hanya memar yang tak lama akan lekas sembuh
Selalu seperi itu tidak pernah berubah
Penjajahan karakter masih terus berlangsung
Orang-orang pintar turun ke lapangan memakai dasi
Seakan dia manusia yang paling berdasi
Menyebar fiksi yang seakan dianggap sebagai realita masa depan
Merangkul masalah tanpa solusi
Melupakan akan kekuasaan tertinggi yang hak atas dirinya
Ibadah tidak akan diikut campuri
Meski tuhan baginya adalah kekuasaan tertinggi dalam demokrasi
Sejahtera bukan yang ada di televisi
Bukan kebanggaan lalu termotivasi, bukan
Keadilan bukan sama rata, bukan
Merasa terbela lalu membela
Bukan, bukan itu
Itu sebuah kedunguan buat orang-orang dungu
Hah....

MAU JADI APA SEKARANG IBU PERTIWI!
Kalau sudah tidak ada Bapak Pertiwi
Hanya tinggal keputus asaan semua masa depan
Memunguti sisa-sisa yang terbuang bekas tikus-tikus berpeci hitam cap kapal
Rakyat sudah menjadi pemulung sejati bekas asing-aseng makan dan bersenang gembira
Menikmati Ibu Pertiwi, janda tua nan indah bekas para petinggi Belanda
Kini sudah tahu
Bagi kita Ibu Pertiwi hanya sebuah ejekan dan rebutan orang Pribumi, asing, aseng dan bahkan dunia
Untuk dijadikannya sebuah ladang penghasilan untuk kekayaan pribadi

HANCUR!!!
Negeriku yang kaya raya tapi kenapa masih banyak yang teraniaya
Negeri yang membela negeri lain dari penjajahan tapi bagaimana dengan negeri sendiri yang masih banyak orang-orang susah
Kita ini bangsa yang ramah tapi suami dan istri saling membunuh, sesama rekan kerja saling melaporkan
Konon dipimpin orang-orang hebat tapi masih saja merasa tenang memakan uang rakyat
Sudah tidak ada harapan untuk Indonesia lebih maju,
Karena Indonesia hanyalah sebuah negeri dongeng

Oleh : Jamaluddin 

#pemburu senja

2 comments:

  1. Pemimpin kita memang orang-orang hebat
    Semangat pemimpinnya sangatlah membara
    Namun mereka terlena
    Ketika duduk dikursi teratas
    Melupakan siapa yang dikorbankan untuk menopang kursi itu
    Menjadi gila akan kuasa
    Dan tak sadar akan hal itu

    Ibu pertiwi tetaplah mentari
    Yang menyinari orang-orang pribumi
    Walau sebagian penguasa mengotori bumi ini
    Rakyat tetaplah rakyat
    Tak bisa menantang, menunjuk jari
    Walau hati tak bisa bungkam melihat kebobrokan negeri ini

    ReplyDelete

Popular Posts

Newsletter