Saturday, February 16, 2019

ATHENA
ATHENA

Aku ingin menjadi menantu dari Zeus dan Metis. Dengan penuh percayadiri aku bersedia dengan penuh kesabaran dalam menawarkan diri demi mendapatkan kekasih abadi, sang puteri cantik, cerdas dan bijaksana. 


Zeus adalah seorang raja dari para dewa, Zeus pula bertindak sebagai dewa langit dan petir. Dialah Zeus sang penjaga dan pengatur kosmos. Sedangkan mertua ibu, Metis. Beliau adalah dewi kepandaian dan kebijaksanaan. Itulah mengapa aku sanga jatuh cinta pada puterinya, aku meyakini satu prinsip hidup jika kecerdasan sang anak diturunkan dari sang ibu. Percayakah kau dengan prinsip itu? jika ya, maka kita akan menjadi saingan untuk mendapatkan Athena calon ibu yang cerdas dan bijaksana sangat cocok untuk menjadi ibu bagi anak-anak. Tapi menurutku lebih baik kau mundur saja daripada kau malu dengan kekalahan.

Entah, aku sangat yakin jika aku akan mendapatkan Athena, dan bagiku itu bukan hal yang sulit untuk aku wujudkan. Aku telah dibisiki Dewa Brahmana bahwa Athena menunggu kelahiranku untuk dia jadikan aku pasangan abadi baginya dan tak sedikipun aku ragu dengan kualitas dewi yang telah mewariskan kekuatan dan keberanian dari Zeus sang ayah serta kepandaian dan kebijaksanaan dari Metis sang ibu.

Seseorang dari kawanku meragukan keyakinanku tentang itu. tunggu, lebih tepatnya menganggap jika apa yang aku yakini itu adalah kebodohan dan kegilaanku sebagai lelaki yang tak tahu diri. Katanya apa jadinya manusia bodoh dan miskin sepertiku menikahi dewi yang cerdas dan bijaksana? Itu sama saja dengan menghina keluarga sang dewi. Jujur saja aku tak pernah tersinggung dengan pernyataan siapa pun yang berkata sama atau lebih keji daripada itu. kata bodoh dan gila sudah biasa menempel di belakang namaku. Itu bukan salahku, mereka saja yang tak mampu mengerti jika Dewa Brahmana akan membatu mempersatukan cinta kita. Mereka bodoh. Aku punya orang dalam untuk merajut kisah cintaku dengan Athena.

Karena kecerdasan dan kebijaksanaan kasihku, hingga namanya kini diabadikan  menjadi nama ibukota Yunani sebagi lambang kota pikiran (intlektual/kecerdasan) dan kebijaksanaan. Maka tak aneh jika dari Yunani lahir filsuf yang hebat dan terkemukan hingga kini. Ya, aku mengerti jika Athena kekasihku berada di Yunani dan aku berada di Garut, Indonesia. Jangan tertawa! Cinta bukan untuk ditertawakan. Tentu aku paham jika kita berjauhan, tapi bukan berarti kita tidak dekat. Jika hanya dipisahkan oleh jarak, energi cinta mampu menembus jarak, ruang dan waktu. Cinta itu sifatnya sempurna, abadi dan tak terbatas.

Percayakah kau dengan pernyataanku? Kau harus percaya! Aku mohon, kau harus setuju dengan apa yang aku nyatakan. Bukanku mengemis dukungan darimu, aku hanya ingin menolongmu dari cinta yang telah kau ucapkan kepada seseorang. Tapi cintamu kandas? Itu bukan urusanku, artinya kau memiliki masalah dengan cinta yang kau maknai secara keliru dan bodoh. Hakikat cinta itu sempurna dan dengan cinta kita akan menyempurna. 

Andaikan kau masih menganggap pasanganmu itu memiliki kekurangan atau keburukan dan itu membuatmu tidak sukan padanya maka itu bukan cinta sesungguhnya yang aku maksudkan, itu adalah cinta hasil penilaian subjektifmu sebagai orang yang tak paham cinta. Sungguh prihatin, kau sedang terperosok pada cinta yang sesat dan lebih prihatin lagi kau sendiri yang membuat definisi cinta itu sendiri. Pesanku, segeralah kau bertaubat!

Ya, aku paham hubungan yang retak atau tercerai berai dapat terjadi karena salah satu atau keduanya telah dusta terhadap cinta yang sesungguhnya. Cantik dan tampan bukan ukuran, miskin dan kumal bukan soal. Tapi apabila cantik dan miskin telah diterjemahkan menjadi sebuah penilaian kalian masing-masing, maka hakikat cinta yang sempurna itu hilang bahkan punah dari kasih sayang kalian berdua. Selama ini kalian hanya memanfaatkan kata cinta sebagai kedok pemersatu kasih dan sayang kalian yang terselimuti nafsu busuk.

Seseorang sering bilang padaku, perempuan mana yang tak mau menjadi kekasih abadi dari seorang pemuda yampan, kaya raya dan berpendidikan tinggi? Pasti semua tak akan menolak. Jika jawabanmu ya dengan kawanku, maka kau keliru.

Belum tentu pemuda itu menyukai dan mau padamu. Jangan sampai karena kedangkalamu dalam memaknai cinta, menjadikan kau budak dari ketampanan, kaya raya dan kecerdasan yang berkedok nama cinta. Laki-laki pun sama, tak semua perempuan yang cantik dan kaya raya itu mau denganmu, jadi jangan kau berani-berani dekati dia atas nama cinta, datanglah dengan makna cinta utuh yang sesungguhnya. Karena hanya dengan seperti itu yang dengan secara otomatis kau akan terlihat tampan, kaya raya, dan cerdas menurut perempuan yang kau damba, meski bagiku itu menjijikan.

Utamanya kaum lelaki. Kalian harus mencontohku. Aku orang garut, lahir dan besar di Garut, bahasa yang aku kuasai hanya tiga bahasa, diantaranya bahasa Sunda karena suku dan budayaku, bahasa Indonesia karena kebangsaanku, dan bahasa cinta. Jadi aku tak mungkin berkomunikasi dengan bahasan Yunani saat aku dan Athena bertamu nanti. Jangankan bahasan Yunani, berdialog dengan bahasa Inggris pun aku sering kelimpungan. Sungguh memalukan jika dihadapan kekasih aku harus membuka kamus bahasa Inggis atau Yunani setiap waktu. Namun karena rasa bangga dan penuh percaya diri, kami akan bersepakat untuk berdialog dengan menggunakan bahasa cinta, bahasa bermakna tinggi.

Tentu jangan kau tanya alasannya, karena tak mungkin juga jika kami harus berdialog dengan menggunakan bahasa sunda, karena itu akan merepotkanku. Bagaimana tidak? Aku harus pergi ke Belanda untuk mengambil kembali kamus lengkap bahasa Sunda yang diambil mereka dari tanah sunda. Aku harus berjuang mengambil kamus lengkap bahasa sunda itu untuk kekasihku Athena. Bisa saja aku lakukan tapi saat aku pulang ke Garut, tanggal badan, tinggal nama. Aku mati dibunuh karena telah mencuri benda penting dunia dan aku yakin kekasihku tak mau itu terjadi menimpaku. Terlalu besar cintanya padaku, jika kalian nilai dari kemampuan berbahasaku tentu kau ragu padaku yang mencintai Athena, puteri Zeus tapi Athena tak pernah menakar cinta untuk cinta.

Cinta tak butuh takaran, penilaian ataupun alasan. Cinta hanya membutuhkan cinta yang tidak dapat didefinisikan selain dengan cinta.


Penulis : Hasan Muhammad

2 comments:

Popular Posts

Newsletter