Tuesday, February 26, 2019

Abdul Halim Perdana Kusuma
Abdul Halim Perdana Kusuma


Abdul Halim Perdanakusuma atau yang sekarang akrab kita sebut Halim Perdanakusuma adalah Putra Sampang, Madura, lahir pada tangggal 18 November 1922. Beliau mengenyam pendidikan di HIS , kemudian melanjutkan kr MULO dan masuk Sekolah Pamong Praja (Mosvia) di Magelang hanya sampai tingkat II.

Ketika usianya masih tergolong cukup muda namun Halim memiliki jiwa nasionalis, dan sempat ingin bergabung dengan PSII, meski tidak pernah terealisasi karena akhirnya memutuskan untuk lebih fokus mengenyam pendidikan.

Selanjutnya memasuki Angkatan Laut di Surabaya dan pernah mengikuti pendidikan Angkatan Udara Rotal Canadian Air Force bagian Navigator di Inggris. Selama Perang Dunia II, beliau pernah mengikuti operasi-operasi udara di Eropa.

Setelah Indonesia merdeka, beliau ikut mempertahankan kemerdekaan dengan memasuki TKR dan jaawatan penerbangan yang kemudian berkembang menjadi AURI, bahkan beliau termasuk salah seorang Pembina AURI.

Pada tahun 1947 ditugasi sebagai peletak dasar dan pembangunan AURI di Sumatera, karena beliau diangkat sebagai wakil AURI dalam Komandemen Tentara Sumatera. Selain itu beliau diangkat pula sebagai Wakil II Kepala Staf AURI dengan pangkat Komodor Muda.

Kendati dalam situasi yang berbahaya, beliau tetap menunaikan tugasnya mengadakan hubungan dengan luar negeri untuk mencari bantuan guna melanjutkan perjuangan.

Pada bulan Desember 1947, dengan pesawat terbang beliau bersama-sama Opsir Udara I (satu) Iswahyudi pergi ke Bangkok (Thailand) menunaikan tugasnya. Dalam perjalanan pulang ke tanah air, pesawat yang mereka tumpangi jatuh, karena mengalami gangguan pada salah satu mesinnya di daerah Tanjung Hantu Malaysia, pada tanggal 14 Desember 1947. Akibatnya beliau dan Opsir Udara I Iswahyudi gugur sebagai Kesuma Bangsa. Jenazahnya kemudian dimakamkan di teluk Murok Malaysia.

Beliau di Angkat sebagai Pahlawan Nasional dengan SK Presiden No.063/TK/1975, tgl. 9 Agustus 1975. Pada tahun yang sama jenazah beliau dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta. Untuk mengenang jasa beliau, pemerintah mengabadikan namanya pada sebuah lapangan udara militer “Halim Perdanakusuma” di Jakarta.


Kontributor: Fathan

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Newsletter