Thursday, November 22, 2018

Hadis Tarbawi Mengenai Karakter dan Sifat anak Didik
Hadis Tarbawi Mengenai Karakter dan Sifat anak Didik



BAB II
PEMBAHASAN
Hadis Tentang Karakter Dan Sifat Anak Didik
عَن ٱَبِي مُو سی عَن النَّبِيَّ صَلَ اﷲ عَلَيهِ وَ سِلَّمَ قَال مَثَلَ مَا بَعَشَنِي اﷲ بِهِ مّنَ الْهُدَ ی وَ العِلمِ كَمَثَلِ الغَيثِ الْكَثِيرِ  ٱَصَابَ اَرْضًا فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّۃٌ فَبِلَتْ المَاءَ فَاَنْبَتَتْ الْكَلَٱَ وَالْعُشْبَ الكَثِيرَ وَكَا نَتْ مِنْهَا ٱَجَادِبُ اَمْسَكَتْ الهمَاءَ فَنَفَعَ اﷲ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوْا وَسَقَوْا وَزَرَعُوْاوَاصََابَتْ مِنْهَا طَاءِفَۃً ٱُخْرَی اِنَّمَا هِيَ قِيْعَانٌ لَا تُمصكُ مَاءً وََلا تُنْبِتُ كَلآ فَذَلِكَ مَثَلٌ مَنْ فَقُهُ فِي دِينِ اللَّهِ وَنَفَعَهُ مَابَعَشَنِي اللَّه بِهِ فَعَلِمَ وَعَلَّمَ وَمَثَلٌ مَن لَم يَرفَع بِذَلِكَ رَأْسًا وَلَم يَقْبَلْ هُدَى اللَّه الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ(مُتفق عليه).
Arti Kosakata
N0
KOSAKATA
ARTINYA

1

مَا بَعَشَنِي اللَّهُبِهِ
Sesuatunyang diutus allah

2

الْغَيثِ
Hujan

3

طَا ئِفَةٌ
Sebidang tanah

4
نَقِيَّةٌ
Subur

5

فَأَنْبَتَتْ
Menumbuhkan

6

الْكََلأوَالْعُشْبَ
Tumbuh-tumbuhan dan rumput yang hijau

7

أَجَا دِبُ
Tanah tandus

8

أَمْسَكَتْ
Menahan

9

قِيعَانٌ
Tanah berlumut

10

فَقَد
Paham


Terjemahan Hadis
     Dari Abi Musa r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: “ Sesungguhnya perumpamaan petunjuk (hidayah) dan ilmu yang dengannya aku diutus oleh Allah bagaikan hujan yang jatuh mengenai Bumi. Di antaranya ada bumi yang subur, ia dapat menerima air kemudian menumbuhkan tumbuhan-tumbuhan dan rumput yang lebat. 
Di antaranya ada Bumi yang tandus (tanah berbatu padas) yang dapat menahan air, lalu dengannya Allah memberikan manfaat kepada manusia, sehingga mereka dapat minum, menyirami, dan bercocok tanam daripadanya. Dan (air hujan) ada yang mengenai sebagian Bumi, sesungguhnya ia tanah licin tidak dapat enahan air dan tidak dapt menumbuhkan tanaman. 
Demikian itu, perumpamaan orang yang mengkaji agama Allah dan bermanfaat apa yang aku diutus dengannya, ia mengetahui dan mengajarkan (kepada orang lain) dan perumpamaan orang tidak peduli (tidak mampu mengambil manfaat apa yang aku diutus dengannya), dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya.” (HR. Muttafaq Alayh)
Penjelasan Atau Syara Hadis
Rasulullah SAW membuat perumpamaan yang indah tentang ilmu dan petunjuk yang diberikan kepada manusia bagaikan hujan yang menyirami Bumi. Kedua perumpamaan Bumi dan manusia membutuhkan siraman, Bumi perlu siraman air agar menjadi tanah yang subur dan dapat menumbuhkan tanaman-tanaman yang hijau kemudian dimanfaatkan untuk manusia. Demikian halnya hati manusia perlu disiram dengan petunjuk dan ilmu, agar hatinya menjadi subur menerima petunjuk mendapat ketenangan, kemudian diamalkan dan diajarkan sehingga manfaatnya lebih luas. 
Al-Qurthubiy menyatakan bahwa Rasulullah SAW membuat perumpamaan agama yang dibawanya bagaikan hujan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Demikian juga, keadaan umat sebelum datangnya Rasulullah SAW menunggu kehadirannya. Sebagaimana hujan berperan dapat menghidupkan Bumi yang mati, ilmu juga dapat menghidupkan hati yang mati.
Pada Hadis di atas ada tiga karakter manusia sebagai anak didik dalam menerima ilmu atau petunjuk yang diumpamakan seperti ragam tanah atau Bumi ketika menerima siraman hujan dari langit, sebagai berikut
Bagaikan Bumi subur
Karakter anak didik diumpamakan seperti Bumi subur ketika disiram dengan air hujan. Bumi itu dapat minum atau menyerap air, menumbuhkan tanaman-tanaman, tumbuhan-tumbuhan, dan rumput hijau yang subur.
Bagaikan Bumi tandus dan gersang
Bumi tandus ini hanya dapat menampung air belakang, tetapi tidak dapat menyerap untuk menumbuhkan tanaman-tanaman atau tumbuhan-tumbuhan. Memang ia dapat memberi manfaat kepada manusia seperti untuk minum, untuk menyirami dan untuk bercocok tanam, tetapi ia tidak dapat mengambil manfaat untuk dirinya. Ini sebuah perumpamaan karakter anak didik yang pandai, cerdas, dan pintar semua buku sudah dibaca dan seolah-olah semua ilmu dikuasai. Tetapi ilmu itu sebatas di ajarkan dan diinformasikan kepada orang lain, sementara ilmu itu tidak diamalkan untuk dirinya. Karakter anak didik kedua ini bagaikan lilin yang menerangi benda disekitarnya, tetapi membakar dirinya.
Bagaikan Bumi licin mendatar
Bentuk karakter anak didik ketiga diumpamakan seperti bumi licin mendatar tidak dapat menyerap dan tidak dapat menampung air.
Karakter sebagaian anak didik ketiga ini tidak dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Mereka tidak dapat menyerap ilmu dan tidak dapat menampung ilmu. Tidak ada ilmu yang menempel di otak mereka, tidak ada ilmu yang dapat menumbuhkan buah amal nyata untuk dirinya dan tidak ada orang lain yang mendapat pengajaran daripadanya. Mereka tidak mau mendengarkan ilmu atau mendengar tetapu tidak memelihara ilmu itu, tidak untuk diamalkan dan tidak untuk diajarkan.
Biografi Singkat Perawi Hadis
 Imam Bukhari (194-256 H/ 773-835 M)
Nama Lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail Al Bukhari bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah.Beliau dilahirkan di Bukhara, Uzbekistan setelah Shalat Jumat, pada tanggal 13 Syawal 194 H/810 M. Muhadditsin ini sangat wara’, banyak membaca Al Qur’an siang malam serta, gemar berbuat kebajikan. Sejak umur 10 tahun, dia sudah mempunyai hafalan hadits yang tidak sedikit jumlahnya. Beliau telah menulis Kitab Hadits yang memuat 600.000 hadits  kemudian beliau pilih lagi menjadi 100.000 hadits shahih dan 1000 hadits TIDAK shahih.
Judul lengkap buku beliau ini adalah Al-Jami’ ash-Shahih al- Musnad al-Mukhtashar min Umūri Rasūlillah Shallallahu ’alayhi wa Sallam wa Ayyamihi (Jami’us Shahih), yakni kumpulan hadits-hadits shahih. Beliau menghabiskan waktu selama 16 tahun untuk menyusun bukunya ini. Beliau memperoleh hadits dari beberapa hafizh, antara lain Maky bin Ibrahim, Abdullah bin Usman Al Marwazy, Abdullah bin Musa Al Abbasy, Abu Ashim As Syaibany dan Muhammad bin Abdullah Al Anshari.
Dalam kitab jami’nya, beliau menuliskan 6.397 buah hadits, dengan yang terulang. Yang muallaq sejumlah 1.341 buah, dan yang mutabi’ 384 buah, jadi seluruhnya berjumlah 8.122 buah. Beliau wafat pada malam Sabtu selesai shalat Isya’, tepat pada malam Idul Fitri tahun 252 H/870 M dan dikebumikan di Khirtank, kampung yang tidak jauh dari Samarkand.
Imam Muslim (204-261 H/ 783-840 M)
Beliau mempunyai nama lengkap Abul Husain Muslim bin Al Hajaj Al Qusyairy. Beliau dilahirkan di Nisabur, Iran tahun 204 H/820 M. Dia adalah muhadditsin dan hafidz yang terpercaya. Dia pergi ke berbagai kota untuk berguru hadits kepada Yahya bin Yahya, Ishaq bin Rahawaih, Muhammad bin Mahran, Abu Hasan, Ibnu Hanbal, Abdullah bin Maslamah, Yazid bin Mansur dan Abu Mas’ad, Amir bin Sawad, Harmalah bin Yahya, Qatadah bin Sa’id, Al Qa’naby, Ismail bin Abi Uwais, Muhammad bin Al Mutsanna, Muhammad bin Rumhi dan lain-lain. Dalam bidang hadits, beliau memiliki karya Jami’ush Shahih. Jumhur ulama mengakui kitab Shahih Muslim adalah secermat-cermat isnadnya dan sekurang-kurang perulangannya. Kitab ini berisikan 7.273 buah hadits, termasuk dengan yang terulang.
Beliau menulis Kitab Shahih Muslim yang terdiri dari 7180 Hadits . Guru-guru beliau: Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Bukhari. Adapun murid murid beliau: Imam at-Tirmidzi, Abū Hatim ar-Razi dan Abū Bakr bin Khuzaimah termasuk. Buku beliau memiliki derajat tertinggi di dalam pengkategorisasian (tabwib).
Kedua Ulama Ahli hadits ini biasa disebut dengan As Syaikhani (الشيخان ) dan kedua kitab Shahih beliau berdua disebut Shahihain (الصحيحين) sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh mereka berdua dari sumber sahabat yang sama disebut muttafaq ‘alaih (متفق عليه )

BAB III
KESIMPULAN
Pada uraian materi diatas telah dijelaskan mengenai salah satu hadis tentang karakter dan sifat anaj didik yang diantaranya adanya sikap duduk dimajlis, karakter menerima pelajaran, tidak melalaikan pelajaran, serta menjadi pemerhati ilmu.
Pada Hadis di atas ada tiga karakter manusia sebagai anak didik dalam menerima ilmu atau petunjuk yang diumpamakan seperti ragam tanah atau Bumi ketika menerima siraman hujan dari langit, sebagai berikut
Bagaikan Bumi licin mendatar
Bagaikan Bumi tandus dan gersang
Bagaikan Bumi subur

DAFTAR FUSTAKA
Abdul Majid Khon, Hadits Tarbawi: Hadis-Hadis Pendidikan, h. 107-108
Abdul Majid Khon, Hadits Tarbawi: Hadis-Hadis Pendidikan, h.108-109
Abdul Majid Khon, Hadits Tarbawi: Hadis-Hadis Pendidikan, h.109-112
http://hendrahandsome.blogspot.com/2011/2013/mengenal-para-imam-perawi-hadis.html?m=1
http://hendrahandsome.blogspot.com/2011/2013/mengenal-para-imam-perawi-hadis.html?m=1
Ahmad Tafsir, Epistimologi Untuk Ilmu Pendidikan Islam (Bandung: Fakultas Tarbiyah UUN Sunan Gunung Djati Bandung, 1995), H.15
Abdul Majid Khon, Hadits Tarbawi: Hadis-Hadis Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2014), H.99-100

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Newsletter