Wednesday, May 2, 2018

Hardiknas Bukan Momen Ceremonial Belaka
Hardiknas Bukan Momen Ceremonial Belaka


Hampir setiap taun tepatnya tanggal 02 mei,bangsa Indonesia sebagai bangsa yang baik hati dan tidak sombong, tak pernah lupa memperingati hari pendidikan nasional atau kita lebih mengenalnya hardiknas. Tanggal 02 mei di ambil karena pada hari ini bertepatan dengan kelahiran pejuang di bidang Pendidikan yaitu Ki Hajar Dewantara yang selalu senantiasa memperjuangkan nasib rakyat pada masa itu agar mendapatkan pendidikan yang layak.

Namun berbeda dengan hari ini, hardiknas hanya sebatas acara atau momen seremonial belaka yang hampa makna,di peringati tiap taun tanpa ada upaya untuk memperbaiki kondisi pendidikan yang sedang terjadi di belahan negeri ini. Atau lebih tepatnya hanya sekedar di jadikan status medsos oleh para jiwa yang kebingungan karena mereka tidak punya kekasih misalnya untuk mengucapkan selamat kepada kekasihnya.
Bisa jadi fenomena di medsos hari ini sebagai salah satu indikator mundurnya pendidikan,atau bisa jadi itu merupakan secercah harapan yang menggambarkan bahwa mereka rindu akan pendidikan yang lebih baik di negri ini,bisa jadi pula momen hari ini adalah ajang nostalgia bagi mereka dalam mengingat masa-masa dulu ketika mereka masih sekolah. Tak ada yang salah sih dengan fenomena tersebut karna itu hak mereka.
Tetapi yang jelas pendidikan ini merupakan salah satu amanah dari pembukaan UUD negara kita dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Hardiknas juga merupakan momen yang tepat untuk mengembalikan Pendidikan pada hakikat yang sebenar-benarnya dengan tujuan memanusiakan masyarakat Indonesia,memanusiakan anak petani,pedagang,penjahit dan memanusiakan jomblo,  serta semua manusia pada  umumnya,Semua juga tahu bahwa yang namanya amanahkan wajib untuk di laksanakan .
Di akui atau tidak permasalahan pendidikan di negeri ini sangatlah kompleks dan banyak seginya, antara lain kurannya masalah biayaya dalam menyelenggarakan sekolah, kurikulum yang belum sesuai, moral guru dan pelajar yang merosot dan masih banyak masalah yang lainnya yang tidak bisa saya uraikan semuanya.
Meskipun pemerintah saat ini sudah menggelontorkan anggaran untuk pendidikan sangat tinggi mencapai 444 T. Suatu anggaran yang sangat tinggi ini belum sepenuhnya terealisasi dengan baik dan juga belum tepat sasaran, maka di hardiknas ini sudah seharusnya menjadi momentum evaluasi bagi lembaga pendidikan untuk mengevaluasi kembali seluruh kebijakan yang telah di jalankan di antaranya:
1. Perluasan dan pemerataan pendidikan (wajar 12 tahun) apakah sudah sepenuhnya berjalan dengan baik, sesuai dengan dengan apa yang di amanahkan dalam pasal 31 ayat 1 UUD yang berbunyi setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
2. Terus meningkatkan mutu pendidikan baik kurikulum maupun guru-gurunya.
3. Peningkatan Relevansi pendidikan yang sesuai dengan kondisi hari ini.
4. Peningkatan penyelenggaraan pendidikan yang baik dan dapat di pertanggungjawabkan ( Good Government)
Upaya inilah yang sekiranya harus di tempuh oleh lembaga pendidikan supaya anggaran yang sebesar itu dapat di optimalkan guna tercapainya Pendidikan yang lebih baik.
Mudah-mudahan tepat di hari pendidikan nasional ini kita bisa menggali esensi sehingga hardiknas tidak hanya jadi momentum acara seremonial belaka yang di peringati tiap taun tanpa menghasilkan perubahan kearah pendidikan yang lebih baik.
Selamat hari pendidikan Nasional
Ing ngarsa sung tuladha ing madya Mangun kersa " Tut Wuri Handayani"
Ki Hajar Dewantara

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Newsletter