Sunday, May 20, 2018

Ramadhan merupakan momentum yang tepat bagi kaum jomblotariat
Ramadhan merupakan momentum yang tepat bagi kaum jomblotariat

Berbagai iklan pun bermunculan dari mulai iklan sirup dan iklan serba manis yang menggairahkan nan menyegarkan, baik itu di televisi maupun di media yang lainnya, sebagai pertanda bahwa bulan yang manis (ramadhan) akan segera tiba.
Dimana pada bulan ini umat muslim khususnya di wajibkan menahan hawa nafsu,haus serta lapar,mereka harus mampu menahan hausnya tidak minum dan laparnya belum makan. atau mereka harus mampu menahan hausnya kasih sayang,lapar terhadap perhatian dan juga pengakuan dari terbitnya Pajar hingga hingga tenggelamnya matahari, bukan mata hati.
Ramadhan merupakan momen yang sangat mengasyikan karena pada bulan ini khususnya di Indonesia mempunyai tradisi yang sangat unik dan menjadi ciri khas yaitu ngabuburit.
Ngabuburit ini merupakan suatu kegiatan yang dilakukan di sela-sela menunggu waktu berbuka puasa. Dan sebagian anak muda menghabiskan waktu ngabuburitnya dengan para kekasihnya, satu sisi fenomena tersebut mengakibatkan keterasingan pada sebagian yang lainnya sebut saja mereka kaum jomblotariat maka dari keterasingan inilah melahirkan Revolusi yang merupakan expresi konflik kaum jomblotariat dan kaum nonjomlotariat.
Memang harus di akui bahwa sejarah manusia adalah sejarah pertentangan kelas yang ujung-ujungnya menimbulkan pertentangan antar batin ya kan cuk . terutama bagi jomblotariat, bahkan teori Mark ini dapat kita lihat dengan jelas dalam kehidupan kita sehari- hari di mana kaum jomblotariat seringkali mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan baik dari kaumnya sendiri maupun dari luar kaumnya.
Apalagi kala ramadhan tiba di saat orang lain jalan dengan kekasihnya bahkan sahur dan berbuka pun mereka selalu di ucapin" selamat berbuka puasa ya sayang" jangan lupa makan yang banyak biar sehat, kuat tarawihnya. sedangkan mereka para jomblotariat hanya bisa menikmati bulan ramadhan dengan penuh kekhusuan, atau menghabiskan waktu ngabuburitnya dengan beri'tikaf di masjid sekalian mencari takjil gratis, ya lumayanlah buat buka . kalaupun ada yg mengucapkan selamat berbuka itu hanya mereka dapatkan dari televisi yang mengucapkan selamat berbuka untuk daerah Jakarta dan sekitarnya .. segitunya nasib lu mlo
Apalagi kalau ada kaum nonjomlotariat yang agak lebay yang so soan pamer kemesraan di medsos baik itu upload photo maupun mengucapkan berbuka pada kekasihnya, sehingga para jomblo tariatpun terpancing membuat suatu geraan sebagai antitesa terhadap kaum  nonjomlotariat,dengan memanfaatkan momentum ramadhan ini untuk membanggakan kejomloannya, ia berusaha menjadi jomblo yang religius membumikan dakwah di segala penjuru dunia Maya dengan membuat status "puasa sih puasa tapi pahala Lo abis di pake pacaran , halalin atau udah putusin " serta kalimat sarkas yang lainnya, hidup jomblotariat.
Bagi kaum jomblotariat ramadhan memang bulan yang sangat tepat dan merupakan keberkahan yang di turunkan tuhan kepadanya,terlebih pada bulan-bulan sebelumnya para jomblotariat seringkali mendapatkan ucapan atau perlakuan yang membuat dirinya merasa teraniaya sehingga ia berusaha mengoptimalkan dan menegaskan bahwa Tuhan selalu bersamanya.
Namun sekali lagi jomblotariat hanya berusaha menegaskan  bahwa usahanya dilakukan dalam rangka membela dirinya, serta mengisi momentum Ramadhan dengan penuh kekhusuan, belajar melatih kesabaran dan serta meningkatkan ketakwaannya, meskipun nantinya di akhir Ramadhan menjelang idul Fitri ia kembali di tanya oleh keluarga serta temannya kapan lu nikah namun jomblo tariatpun menjawab dengan gagahnya nanti dulu tanggung sabatang deui mah..
Dan kami kaum jomblotariat mengucapkan marhaban ya ramadhan, buat umat muslim Indonesia dan dunia Maya. lupakan sejenak harta, tahta, raysa, janda mari tingkatkan ketakwaan pada Tuhan yang Maha esa

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Newsletter